Dorong Puskesmas Ciptakan Inovasi, Dinkes Pessel Perkuat Program Kesehatan Tradisional di Sumbar

  • Jun 18, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat memperkuat arah kebijakan pelayanan kesehatan alternatif. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan konsultasi dan pembahasan intensif terkait penguatan program Kesehatan Tradisional (Yankestrad) ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Rabu (17/6/2026).

 

Tim Dinkes Pessel disambut langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Sumbar, drg. Das Endresva Dewi, M.Si., di ruang kerja beliau di Padang.

 

Adapun delegasi dari Kabupaten Pesisir Selatan yang hadir dalam konsultasi strategis tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), drg. Ardiandes, didampingi Ketua Tim Kerja Kesehatan Jiwa, Napza, dan Kesehatan Tradisional, Hendra Novizon, MKM., Penanggung Jawab Program Yankestrad, Nila Gusvita Sari, S.Kep., serta Erick Hutra Yuci selaku Pengadministrasi Perkantoran.

 

Pelayanan kesehatan tradisional merupakan metode pengobatan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman serta keterampilan turun-temurun secara empiris. Seluruh metodenya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara medis serta ditetapkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

 

Kabid Kesmas Dinkes Pessel, drg. Ardiandes, mengungkapkan bahwa dari hasil koordinasi dengan pihak provinsi, terdapat 4 poin instrumen utama yang harus segera diakselerasi oleh seluruh puskesmas di Pesisir Selatan:

  • Pemanfaatan Layanan Alternatif: Mendorong masyarakat dan tenaga kesehatan untuk memanfaatkan yankestrad sebagai salah satu opsi pelayanan kesehatan alternatif yang mendampingi pengobatan konvensional.
  • Kemitraan Lintas Sektor: Puskesmas diwajibkan menjalin kemitraan yang erat dengan lintas sektor dalam melakukan pembinaan asuhan mandiri serta peningkatan mutu SDM pengelola.
  • Kewajiban Inovasi Program: Setiap puskesmas dituntut untuk melahirkan inovasi-inovasi kreatif dalam pengembangan program kesehatan tradisional di wilayah kerja masing-masing.
  • Massifikasi Gerakan TOGA: Mengoptimalkan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dipusatkan di area Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga kelompok-kelompok binaan masyarakat.

 

Melalui penguatan regulasi dan pembinaan yang terstruktur pasca-konsultasi ini, Dinkes Pessel menaruh harapan besar bagi kemajuan dunia kesehatan tradisional di masa depan.

 

Pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang secara mandiri memanfaatkan TOGA dan terapi akupresur sebagai langkah awal perawatan kesehatan keluarga. Target jangka panjangnya, pelayanan kesehatan tradisional khas Indonesia ini dapat semakin dikenal luas serta diakui keandalannya oleh dunia internasional.

 

"Salah satu poin krusial yang juga menjadi harapan bersama ke depan adalah adanya regulasi matang agar pembiayaan pelayanan kesehatan tradisional yang terstandar ini dapat diakomodasi dan ditanggung oleh skema BPJS Kesehatan. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap pengobatan alternatif yang aman akan semakin terbuka lebar," tulis jajaran Tim Yankestrad Pessel dalam laporannya.

 

Dinkes Pessel berkomitmen untuk terus mengawal hasil konsultasi ini agar standardisasi pembinaan di tingkat tapak berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat Pesisir Selatan yang sehat secara alami dan mandiri.