Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Pessel Ikuti Audit Maternal Perinatal di Padang

  • Jun 19, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) terus memperketat pengawasan klinis demi menjamin keselamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan aktif jajaran teknis Dinkes Pessel dalam Pertemuan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Hotel Truntum Padang, 17–18 Juni 2026.

Pertemuan berskala regional ini dirancang sebagai langkah intervensi strategis untuk membedah secara objektif akar penyebab kematian ibu (maternal) dan bayi (perinatal) di wilayah Sumatera Barat, sekaligus merumuskan langkah taktis pencegahannya di tingkat daerah.

 

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., menegaskan bahwa keikutsertaan tim teknis beserta para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) serta Dokter Spesialis Anak (SpA) dalam forum ini adalah komitmen mutlak daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pelayanan di lapangan.

 

Menurut Agustina, data sosiologis dan klinis yang diperoleh dari hasil audit ini harus menjadi dasar perbaikan performa bagi seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) di Pesisir Selatan.

 

"Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah prioritas utama kami di Dinas Kesehatan. Melalui forum AMP-SR ini, kami melakukan evaluasi total tanpa ada yang ditutup-tutupi. Setiap kasus kematian dibedah secara komprehensif untuk melihat di mana letak kendalanya—apakah pada keterlambatan deteksi dini di tingkat nagari, tata laksana di puskesmas, atau pada sistem rujukan daruratnya," ujar Agustina Rahmadani dalam statement resminya, Kamis (18/6/2026).

 

Lebih lanjut, Agustina menginstruksikan kepada Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan jajaran Penanggung Jawab Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang hadir untuk segera mengonversikan hasil rekomendasi pertemuan ke tingkat tapak.

 

“Setelah pertemuan tersebut jajaran Dinas Kesehatan memastikan sistem pelaporan digital kematian maternal dan perinatal terekam secara real-time tanpa penundaan administrasi,” jelasnya.

 

Meningkatkan kapasitas bidan desa dan dokter puskesmas dalam mendeteksi kehamilan risiko tinggi, dan menyinkronkan alur rujukan pasien dari puskesmas agar langsung terintegrasi secara cepat ke ruang pelayanan medik Rumah Sakit (RSUD).

 

"Kami tidak ingin audit ini hanya menjadi dokumen administratif di atas meja. Sekembalinya tim dari Padang, rekomendasi AMP-SR ini wajib disosialisasikan dan diterapkan di seluruh puskesmas se-Pesisir Selatan. Kita harus memastikan sistem rujukan maternal kita berjalan lincah dan tanpa celah demi menyelamatkan nyawa ibu dan anak di Bumi Sejuta Pesona," tambah Agustina tegas.

 

Melalui penguatan surveilans dan respons yang terstruktur ini, Dinkes PPKB Pessel optimistis kualitas mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Pesisir Selatan akan semakin kokoh, sekaligus mampu berkontribusi besar dalam menekan laju AKI dan AKB di tingkat Provinsi Sumatera Barat.