Atasi Ketimpangan Nakes, Dinas Kesehatan Pessel Susun Rencana Kebutuhan SDM Berbasis Data

  • Jun 10, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Guna menjamin mutu pelayanan medis yang merata dan prima bagi seluruh lapisan masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar pertemuan strategis Penyusunan Rencana Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Kegiatan ini dipusatkan di Hotel Hannah Painan, Selasa (9/6/2026).

 

Agenda krusial ini digawangi langsung oleh Tim Kerja SDMK DKPPKB Pessel dengan melibatkan seluruh Kepala Tata Usaha (KaTU) serta operator kepegawaian dari RSUD dan 21 Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan, menganalisis, dan menyusun proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Langkah ini diambil guna menghentikan ketimpangan penempatan personel medis, sehingga paradigma pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh daerah terpencil.

 

Guna menghasilkan pemetaan yang objektif, Dinas Kesehatan Pessel menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, internal DKPPKB Pessel, serta Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Pejabat Fungsional Adminkes Ahli Madya Dinas Kesehatan, Aswiliarti, SKM, M.Biomed, dalam pemaparannya menegaskan bahwa penyusunan rencana kebutuhan ini merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pengusulan formasi, redistribusi, serta pengembangan kompetensi aparatur ke depan.

 

"Data yang akurat adalah kunci utama. Melalui pertemuan ini, kita bersama-sama menyinkronkan data riil di lapangan lintas empat platform utama, yaitu SISDMK, SIMPEG, RENBUT, dan SIASN. Kita ingin perencanaan kebutuhan SDMK kita benar-benar berbasis data (evidence-based), sehingga mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan masyarakat saat ini secara akurat," ujar Aswiliarti.

 

Dalam pertemuan intensif tersebut, Tim Kerja SDMK bersama para operator fasyankes memfokuskan pengerjaan pada empat poin strategis.

 

Sinkronisasi Platform Digital: Menyamakan data eksisting pegawai di aplikasi SISDMK, SIMPEG, Renbut, dan SIASN agar terintegrasi tanpa selisih.

 

Analisis Beban Kerja (ABK): Menghitung kebutuhan nyata tenaga kesehatan berdasarkan volume kerja riil di masing-masing unit pelayanan.

 

Pemetaan Gap Kesenjangan: Mengidentifikasi secara detail selisih antara jumlah nakes eksisting saat ini dengan standar ideal yang dibutuhkan fasyankes.

 

Proyeksi 5 Tahun ke Depan: Menyusun estimasi kebutuhan SDMK jangka panjang untuk mengantisipasi masa pensiun nakes serta rencana pengembangan fasilitas layanan baru.

 

Dengan terselenggaranya pertemuan ini, output yang dihasilkan berupa dokumen Rencana Kebutuhan SDMK akan dijadikan acuan resmi, valid, dan legal oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mengusulkan formasi pegawai ke tingkat pusat.

 

Data matang ini yang nantinya menjadi dasar kuota pengadaan jalur CPNS, PPPK, maupun penataan mutasi internal organisasi. Diharapkan, lewat pemenuhan nakes yang ideal dan merata, cita-cita mewujudkan masyarakat Pesisir Selatan yang sehat, mandiri, dan sejahtera dapat berjalan lebih cepat.