Genjot Penurunan Stunting, Dinkes Pessel Evaluasi Capaian Gizi Terpadu Lintas Puskesmas

  • Jul 05, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan terus berkomitmen dalam mengakselerasi penurunan angka stunting dan perbaikan status gizi masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui agenda Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Gizi Terpadu yang digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis (1–2 Juli 2026), bertempat di Triza Hotel, Painan.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Gizi Dinas Kesehatan PPKB Pessel ini menghadirkan 84 peserta yang berasal dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan. Masing-masing Puskesmas mengirimkan delegasi terbaiknya yang terdiri dari Kepala Puskesmas (Kapus), Penanggung Jawab (PJ) Anak, PJ Ibu, serta Tenaga Pelaksana Gizi (TPG).

 

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan laporan panitia oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), drg. Ardiandes, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., MM.

 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi komprehensif melalui metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, hingga praktik langsung pengisian laporan digital. Adapun jajaran narasumber yang dihadirkan meliputi Nadia Sabrina, S.Gz (Narasumber Provinsi), drg. Ardiandes (Kabid Kesmas), serta Fitria Yomi Swadharma, SKM., MM (Katim Gizi).

 

Materi strategis yang dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut antara lain Kebijakan dan Strategi Percepatan Penanganan Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pencatatan dan pelaporan tatalaksana masalah gizi melalui aplikasi Pelita Kesmas dan Sigizi Kesga. Tutorial Cartpot Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi Ibu Hamil (Bumil) dan Balita. Evaluasi capaian program, serta validasi dan penyandingan data Program KIA Gizi.

 

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., MM mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan Program Gizi Terpadu di Pesisir Selatan dinilai telah berjalan sesuai rencana, meski masih ada beberapa indikator lapangan yang perlu terus digenjot. 

 

“Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan cakupan penimbangan, pengukuran balita, kecepatan tindak lanjut kasus gizi, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” jelas Agustina.

 

Pertemuan ini pun sukses menelurkan komitmen bersama dari seluruh jajaran Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan. Beberapa poin penting yang disepakati untuk segera diimplementasikan di wilayah kerja masing-masing meliputi Mengoptimalkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, serta memberikan respons cepat terhadap sasaran berisiko gizi buruk.

 

Meningkatkan kualitas pencatatan data secara tepat waktu, lengkap, dan akurat melalui aplikasi SIGIZI Terpadu. Memperkuat pelaksanaan edukasi dan konseling gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, remaja, dan keluarga sebagai langkah preventif awal.

 

Membangun koordinasi yang solid antara pengelola program gizi, bidan desa, kader, dan lintas sektor di tingkat nagari.

 

“Melalui rencana tindak lanjut yang terukur dan berkala ini, Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan optimistis target indikator Program Gizi Terpadu dapat tercapai secara maksimal guna menciptakan generasi Pessel yang lebih sehat, unggul, dan bebas stunting,” tutupnya.