Hadapi Era Digital, 18 Delegasi Promkes Pessel Digembleng Buat Konten Edukasi Kesehatan di Padang
- Jun 24, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan mengirimkan jajaran terbaiknya ke tingkat provinsi guna memperkuat penetrasi informasi kesehatan di ruang publik digital. Langkah ini ditandai dengan keikutsertaan delegasi Pessel dalam Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) Provinsi Sumatera Barat yang digelar di HW Hotel Padang, Senin (22/6/2026).
Dalam forum peningkatan kapasitas berskala regional tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan mengutus 18 orang perwakilan tangguh, yang terdiri dari 16 orang pengelola Promkes Puskesmas dan 2 orang pengelola Promkes tingkat Kabupaten.
Tujuan utama dari pertemuan intensif ini adalah untuk membekali para pengelola Promkes dengan keterampilan taktis dalam memproduksi konten Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan berbasis digital yang menarik, kreatif, dan edukatif.
Konten KIE digital yang kreatif dinilai menjadi instrumen paling efektif sebagai ujung tombak dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara luas di tengah derasnya arus hoaks atau informasi kesehatan yang keliru di media sosial.
Melalui penguasaan teknologi pembuatan konten (seperti video edukasi, infografis, dan kampanye digital), para petugas Promkes di 15 kecamatan se-Pesisir Selatan diharapkan mampu memberikan akses informasi yang merata kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., menegaskan bahwa jajaran petugas Promkes di Puskesmas harus bertransformasi total dan meninggalkan cara-cara lama yang monoton dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada publik.
Agustina menginstruksikan agar sekembalinya 18 delegasi tersebut dari Padang, kanal media sosial seluruh Puskesmas di Pesisir Selatan wajib aktif memproduksi konten edukasi yang kreatif.
"Petugas Promkes adalah wajah terdepan Dinas Kesehatan dalam hal pencegahan penyakit. Di era digital ini, saya tidak ingin lagi melihat penyuluhan yang membosankan. Nakes kita harus mampu menjadi content creator yang andal untuk mengedukasi masyarakat. Buat video pendek, infografis yang menarik, dan gunakan bahasa yang renyah serta mudah dipahami oleh warga nagari kita," tegas Agustina Rahmadani.
Lebih lanjut, Agustina menyampaikan bahwa penguasaan konten Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) digital ini sangat krusial untuk memerangi hoaks kesehatan yang marak beredar di tengah masyarakat.
"Kelebihan konten digital adalah mampu menembus batas ruang dan waktu. Melalui gawai di tangan masyarakat, edukasi mengenai stunting, demam berdarah, hingga perilaku hidup bersih (PHBS) bisa tersampaikan secara instan ke pelosok kampung. Jika konten kita menarik, literasi kesehatan masyarakat Pesisir Selatan pasti akan meningkat pesat, dan itu adalah modal utama kita dalam membangun daerah yang sehat," pungkas Agustina optimis.