Hasil TKA Anjlok di Peringkat Bawah Sumbar, Bupati Hendrajoni 'Semprot' Jajaran Pendidikan Pessel

  • Jun 23, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, S.H., M.H., meluapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap potret mutu pendidikan di daerahnya. Hal itu ditegaskan Bupati saat menghadiri dan membuka langsung acara Evaluasi dan Refleksi Pencapaian Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026 serta Evaluasi Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Painan Convention Center (PCC), Selasa (23/6/2026).

 

Acara krusial ini dihadiri oleh Kepala Inspektorat, Kepala BKPSDM, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran, pengawas sekolah, hingga seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Di hadapan ribuan aparatur dan tenaga pendidik, Bupati Hendrajoni membeberkan data capaian TKA yang diikuti oleh 8.600 peserta di Pesisir Selatan secara jujur dan apa adanya. Hasilnya dinilai masih sangat jauh dari harapan dan menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Pessel.

 

Berdasarkan rincian yang disampaikan Bupati, rapor capaian TKA Pesisir Selatan di tingkat Provinsi Sumatera Barat untuk tingkat SD (Matematika) dengan rata-rata capaian baru menyentuh angka 41,41 (Peringkat ke-18 se-Sumbar).

 

Kemudian tingkat SD (Bahasa Indonesia) dengan rata-rata capaian berada di angka 58,66 (Peringkat ke-18 se-Sumbar).

 

Sedangkan tingkat SMP (Matematika) rata-rata capaian baru mencapai 40,05 (Peringkat ke-14 se-Sumbar) dan tingkat SMP (Bahasa Indonesia) rata-rata capaian berada di angka 58,12 (Peringkat ke-17 se-Sumbar).

 

"Perlu kita sampaikan dengan jujur, hasil yang kita peroleh masih jauh dari harapan. Angka ini menjadi evaluasi kita bersama bahwa kita masih memiliki tugas yang sangat besar. Ini menunjukkan bahwa kita belum bekerja optimal, cara bekerja kita mengelola pendidikan masih terbatas pada rutinitas, dan tidak ada inovasi yang berdampak terhadap pencapaian kompetensi murid," ujar Hendrajoni dengan nada kecewa dan tegas.

 

Lebih jauh, Bupati Hendrajoni membongkar akar keterpurukan mentalitas segelintir oknum kepala sekolah yang tidak berorientasi pada mutu pelayanan, melainkan terjebak pada kepentingan finansial pribadi memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

"Saya mendapatkan laporan bahwa ada kepala sekolah yang cenderung melaksanakan ujian di sekolah hanya untuk mendapatkan fee dari cetak soal, pengadaan buku untuk mengharapkan feebuku, serta pengadaan lainnya yang orientasinya mendapatkan cashback. Cara-cara ini semua yang akan merusak tatanan pengelolaan sekolah, tidak berorientasi pada mutu! Ini yang menjadikan kita terpuruk pada hasil TKA tahun 2026 ini," bongkar Bupati Hendrajoni di podium.

 

Merespons kondisi darurat pendidikan ini, Bupati Hendrajoni menegaskan tidak akan segan-segan melakukan cuci gudang dan perombakan struktur jabatan besar-besaran dalam waktu dekat.

 

"Saya akan mengevaluasi total Kepala Dinas, Kepala Bidang (Kabid), jajaran struktural Dinas Pendidikan, hingga seluruh kepala sekolah tanpa terkecuali. Jika tidak mampu berinovasi dan bersih dari praktik kotor, silakan angkat kaki," tegasnya.

 

Sebagai bentuk keseriusan reformasi ini, Hendrajoni memberikan target mati kepada jajaran baru nantinya untuk mendongkrak prestasi akademik siswa secara drastis pada pengukuran berikutnya.

 

"Saya minta data keterpurukan ini dijadikan cambuk. Saya tidak mau lagi melihat Pesisir Selatan berada di urutan bawah. Target saya jelas, TKA kita harus lompat dari nomor 18 menjadi nomor 5 besar di Sumatera Barat! Segera tinggalkan cara-cara usang, lakukan analisis akar masalah, dan bekerja keras secara sinergis," pungkas Hendrajoni menutup arahannya.