Kadinsos Sumbar Apresiasi Langkah Kapolda Bina Siswa Sekolah Rakyat

  • Mar 05, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar memperkuat kolaborasi dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan karakter. Langkah strategis ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Sosial Sumbar, Drs. Syaifullah, M.M., terhadap komitmen Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

 

Dalam kerja sama yang diresmikan melalui surat bernomor 465/PFM/Dinsos/2026, jajaran Polda Sumbar diterjunkan langsung untuk membina siswa di Sekolah Rakyat (SR), khususnya di SRMA 4 dan SRMP 4 Padang.

 

Fokus pada Pembentukan Karakter

 

Kadinsos Sumbar, Syaifullah, menilai bahwa intervensi kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya dengan bantuan materi. Menurutnya, pembentukan mental dan disiplin adalah kunci utama.

 

"Kehadiran personel Polda Sumbar di asrama membawa semangat dan motivasi baru bagi para siswa. Ini adalah visi besar Bapak Kapolda untuk membangun karakter anak-anak dari keluarga kurang mampu agar siap bersaing di masa depan," ujar Syaifullah, Kamis (5/3/2026).

 

Ada empat sasaran utama dalam program pembinaan ini:

  1. Edukasi Anti-Narkoba: Membentengi siswa dari pengaruh negatif dan peningkatan kesadaran hukum.
  2. Kedisiplinan (PBB): Pembentukan ketangguhan fisik dan mental melalui Peraturan Baris-Berbaris.
  3. Kepramukaan: Wadah pengembangan kepemimpinan dan solidaritas.
  4. Pendekatan Psikologis: Memberikan pendampingan humanis bagi siswa yang memiliki riwayat putus sekolah.

 

Investasi Jangka Panjang Polri

 

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam Sekolah Rakyat adalah tanggung jawab moral terhadap masa depan bangsa. Ia memandang sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan masa depan.

 

"Menjaga kamtibmas adalah tugas kami, namun menjaga masa depan generasi muda adalah investasi jangka panjang. Jika karakter mereka kuat, maka rantai kemiskinan dapat kita putus bersama," tegas Irjen Pol Gatot.

 

Sinergi ini diharapkan menjadi proyek percontohan (model) bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani kemiskinan melalui pendekatan terpadu yang menyentuh aspek psikologis dan pendidikan karakter bagi kelompok rentan.