Lahirkan 53 Penjamah Makanan Bersertifikat, Dinkes Pessel Gelar Pelatihan di SPPG Sutera
- Jun 11, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat mengakselerasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diwujudkan melalui Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Dabua Ombak Pasisia, Kecamatan Sutera, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berpusat langsung di area dapur SPPG Yayasan Dabua Ombak Pasisia ini bertujuan agar setiap SPPG di Pesisir Selatan segera mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah strategis ini merujuk langsung pada Instruksi Kepala Badan Gizi Nasional guna menjamin mutu dan keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat.
Sekretaris Dinkes PPKB Pessel, Doni Tayes, SKM., M.Si mengatakan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan dokumen resmi pemerintah yang membuktikan bahwa tempat pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan lingkungan usaha. Untuk memperoleh sertifikat tersebut, setiap penjamah makanan pada Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan.
“Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh para peserta. Melalui metode penyampaian yang interaktif, simulasi, hingga praktik langsung di dapur SPPG, sebanyak 53 peserta yang ikut serta dinyatakan lulus seluruhnya dan berhak mendapatkan sertifikat resmi,” ungkap Doni.
Guna memastikan kompetensi peserta, Dinkes PPKB Pessel menghadirkan narasumber tepercaya yang terdiri dari Tim Kesehatan Lingkungan (Sanitarian), Petugas Gizi Dinas Kesehatan PPKB, serta anggota perwakilan Perhimpunan Profesional Kesehatan Lingkungan Indonesia (PPHAKLI) Kabupaten Pesisir Selatan.
Dengan terlaksananya pelatihan intensif ini, para penjamah makanan di SPPG Yayasan Dabua Ombak Pasisia diharapkan tidak hanya menguasai teori di atas kertas. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu mengaplikasikan standar tinggi higiene sanitasi dalam setiap tahapan pengolahan di dapur.
“Komitmen ini menjadi pondasi penting untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat di Kecamatan Sutera benar-benar aman, sehat, kaya gizi, serta sepenuhnya bebas dari risiko kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya,” tutupnya.