Jajaki Kerja Sama di Tiongkok, Bupati Hendrajoni Dorong Target Produktivitas Padi Pessel Naik 30 Persen
- Jun 27, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melakukan lompatan strategis berskala internasional guna merombak sektor pertanian dari tradisional menuju digitalisasi modern. Langkah besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, S.H., M.H., yang memimpin delegasi dinas ke Kota Changsha, Provinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada 24–28 Juni 2026.
Kunjungan dinas luar negeri ini difokuskan pada penjajakan investasi, transfer teknologi, serta hilirisasi sektor pertanian guna mendongkrak nilai jual gabah petani lokal di pasar nasional maupun global.
Sebagai penegasan akuntabilitas birokrasi, perjalanan internasional ini telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Selain itu, seluruh pembiayaan agenda ini dipastikan tidak menggunakan APBD Pesisir Selatan, melainkan ditanggung sepenuhnya oleh pihak ketiga secara transparan dan sesuai regulasi perundang-undangan.
Pada hari pertama di Changsha, Bupati Hendrajoni langsung memaparkan potensi agraria Bumi Sejuta Pesona di hadapan top manajemen Hunan Xindaxian Co., Ltd. serta jajaran korporasi grupnya. Untuk diketahui, korporasi raksasa asal Tiongkok ini bergerak di bidang riset benih padi, industri susu kambing, hingga manufaktur alat mesin pertanian (alsintan) modern.
Delegasi Pessel juga melakukan studi banding lapangan (field trip) ke pusat pertanian modern Hunan. Mereka menyaksikan langsung integrasi teknologi budidaya padi mekanis, sistem irigasi digital, hingga rantai produksi rice milling raksasa.
Hasilnya, kedua belah pihak mencapai kesepahaman konkret. Pihak Hunan Xindaxian Co., Ltd. dijadwalkan segera melakukan kunjungan balasan ke Pesisir Selatan untuk mengeksekusi program kerja sama yang menggandeng pihak swasta nasional.
Salah satu poin paling krusial dalam draf kerja sama ini adalah rencana investasi pembangunan fasilitas penggilingan padi modern (Modern Rice Milling Plant) di Pesisir Selatan dengan kapasitas pengolahan fantastis, yakni di atas 50 ton gabah per hari.
Kehadiran pabrik modern ini ditargetkan mampu memicu sejumlah transformasi hulu ke hilir:
- Tekan Angka Losses: Mengurangi penyusutan hasil panen saat proses perontokan dan penggilingan konvensional.
- Beras Premium Pessel: Meningkatkan standar kualitas beras lokal agar mampu menembus segmen pasar premium dengan merek dagang khas Pesisir Selatan.
- Modernisasi Benih & Amunisi Tani: Introduksi varietas benih padi unggul dan adopsi alsintan canggih guna memacu target lonjakan produktivitas padi Pessel hingga di atas 30 persen.
Selain komoditas padi, Bupati Hendrajoni juga membuka pintu penjajakan investasi pada sektor potensial lain seperti budidaya jagung dan optimalisasi sektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa arah kebijakan diplomasi internasional ini murni diletakkan demi kesejahteraan para petani di kampung halaman, bukan sekadar agenda seremoni di atas kertas.
"Kami ingin setiap kerja sama internasional mampu menghadirkan teknologi tepat guna, investasi nyata, dan peningkatan kapasitas SDM petani kita. Harapan besar kami, Pesisir Selatan tidak hanya swasembada, tetapi berkembang menjadi salah satu pusat penelitian dan pengembangan (R&D) komoditas padi terbesar di wilayah Sumatera," tegas Hendrajoni optimis.
Dalam misi diplomatik ekonomi ini, Bupati turut didampingi tim fungsional daerah, antara lain Sekda Zainal Arifin, Asisten II Hadi Susilo, Kadis Perikanan & Pangan Andi Syafinal, Kepala DPMPTSP Ahmad Hidayat, Sekretaris Dinas Pertanian Hendro Kurniawan, Kabid Tata Ruang Fionna Mirzal, Sespri Akva Widodo, serta perwakilan sektor swasta nasional Yamin Kahar dari PT Dempo Group.