Tingkatkan Validitas Data Lapangan, Dinkes Pessel Gembleng 44 Kader Kesehatan di Hotel Triza

  • Jun 27, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan terus memperkuat kapasitas ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat tapak. Langkah ini diwujudkan oleh Tim Promosi Kesehatan dan Komunikasi (Promkeskom) dengan menggelar Pelatihan Assessment Kader Batch 1bertempat di Hotel Triza Painan, Kamis (25/6/2026).

 

Agenda strategis ini diikuti secara antusias oleh 44 orang kader kesehatan utusan dari berbagai wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Pelatihan Batch 1 ini didesain khusus sebagai stimulan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para kader dalam melakukan penilaian (assessment) serta pemetaan riil terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah nagari masing-masing.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan laporan panitia oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes PPKB Pessel, drg. Ardiandes. Selanjutnya, agenda dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PPKB Pessel, Donny Tayes, SKM, M.Si.

 

Dalam arahannya, Sekdis Donny Tayes menekankan bahwa akurasi data yang dihimpun oleh kader di lapangan merupakan fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.

 

Guna membekali peserta dengan kompetensi yang paripurna, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber handal dari internal Dinkes PPKB Pessel, yakni drg. Ardiandes (Kabid Kesmas) bersama Fitria Yomi Swadharma, SKM, MM(Ketua Tim Gizi).

 

Para peserta digembleng dengan pengenalan esensi assessment kesehatan masyarakat, Teknik pengumpulan, wawancara, dan pencatatan data kesehatan secara presisi, Identifikasi faktor risiko penyakit dan permasalahan gizi (seperti pencegahan stunting), Praktik langsung pengisian berkas dan instrumen assessment digital maupun manual.

 

Metode pembelajaran pun dibuat interaktif menggabungkan sistem ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, hingga simulasi kasus.

 

Melalui pelatihan intensif ini, 44 kader yang hadir kini resmi memiliki legalitas kompetensi untuk memperkuat fungsi promotif dan preventif sebagai mitra sejati para tenaga kesehatan (nakes).

 

"Kami tidak ingin pelatihan ini berhenti sebatas seremonial di hotel saja. Pascakegiatan, Dinkes PPKB bersama Puskesmas jajaran akan melakukan pendampingan berkala secara langsung di lapangan. Ini penting untuk memastikan instrumen assessment diisi dengan benar, mengevaluasi efektivitas program, serta menjaga koordinasi nakes dan kader tetap solid," tulis panitia dalam rekomendasi resminya.

 

Dengan terlaksananya Batch 1 ini, Dinkes PPKB Pessel optimis program kesehatan berbasis data komunitas di Pesisir Selatan akan berjalan jauh lebih akurat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat jorong dan nagari.