Jamin Ketersediaan Obat Puskesmas, Dinkes Pessel Gembleng Petugas Farmasi di Hotel Triza
- Jun 24, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah taktis untuk memastikan tidak terjadinya kekosongan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah ini diwujudkan dengan menggelar Pertemuan Pembinaan dan Kepatuhan Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) selama dua hari, 23–24 Juni 2026, bertempat di Hotel Triza Painan.
Agenda strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh petugas farmasi Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan guna mematangkan akurasi perencanaan dan ketepatan waktu pelaporan logistik medis daerah.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Donny Tayes, SKM, M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam penyusunan RKO agar distribusi obat dari instalasi farmasi kabupaten ke puskesmas dapat berjalan efektif dan efisien.
Penyusunan RKO yang berbasis data riil di lapangan dinilai sangat krusial agar anggaran negara yang dikucurkan untuk pengadaan obat benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan tren penyakit yang ada di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Memasuki hari kedua, Rabu (24/6/2026), Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., hadir langsung di lokasi acara untuk memberikan penguatan kapasitas sekaligus motivasi kepada para peserta.
Kadis Agustina menegaskan bahwa ketepatan laporan RKO dari para petugas farmasi puskesmas merupakan pilar utama dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di Bumi Sejuta Pesona.
"Akurasi perencanaan kebutuhan obat ini tidak boleh main-main. Saya minta kepada seluruh petugas farmasi puskesmas untuk meningkatkan kepatuhan dan ketelitiannya. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu hanya karena keterlambatan laporan atau salah prediksi kebutuhan. RKO kita harus presisi agar ketersediaan obat selalu terjamin aman dan tepat sasaran," tegas Agustina Rahmadani di hadapan para peserta.
Melalui bimbingan teknis intensif selama dua hari ini, Dinkes PPKB Pessel menargetkan adanya peningkatan signifikan pada indikator kepatuhan pelaporan berbasis digital. Dengan perencanaan obat yang lebih matang, diharapkan sistem pelayanan kesehatan di 15 kecamatan se-Pesisir Selatan dapat berjalan prima tanpa hambatan logistik medis.