Targetkan Eliminasi TBC, Dinkes Pesisir Selatan Gelar Sosialisasi Massal bagi Kader Kesehatan

  • Jul 07, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah progresif dalam menekan angka penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC). Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan Pertemuan Sosialisasi Pemberantasan TBC kepada Kader Kesehatan dalam rangka Gerakan STOP TB Gelombang I dan II Tahun 2026 yang berlangsung di Painan, 7–8 Juli 2026.

 

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., MM., dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta ratusan kader kesehatan dari berbagai wilayah kerja Puskesmas se-Pesisir Selatan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes PPKB menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan kerelaan para kader kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dan mengawal pengobatan TBC di tingkat tapak (akar rumput).

 

"Kehadiran dan komitmen Bapak/Ibu kader sekalian merupakan bukti nyata kepedulian kita bersama terhadap upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Pesisir Selatan. Tantangan ini serius, dan peran kader sangat krusial dalam membantu memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat," ujar Agustina Rahmadani.

 

Kepala Dinas memaparkan bahwa berdasarkan data World Health Organization (WHO) Tahun 2025, Indonesia masih berada dalam kelompok negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan insidensi mencapai 387 per 100.000 penduduk atau melebihi 1 juta kasus setiap tahunnya.

 

Kondisi tersebut linier dengan situasi di daerah. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Tahun 2025, angka penemuan kasus TBC di Kabupaten Pesisir Selatan menembus angka 1.496 kasus yang ternotifikasi atau mencapai 63%. Capaian angka notifikasi ini tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, mengacu pada laporan program berjalan per Juni 2026, Dinas Kesehatan mencatat potret capaian indikator yang cukup dinamis, meliputi:

  • Notifikasi Kasus 2026: Mencapai 38% (627 kasus ternotifikasi).
  • Skrining Terduga TB: Berada di angka 38%.
  • Temuan Kasus Khusus: Terdeteksi 7 orang pasien TB Resisten Obat (TB RO) dan 24% kasus TB Anak.
  • Investigasi Kontak: Investigasi kontak bakteriologis sukses menyentuh 74%, sedangkan investigasi klinis berada di angka 49%.
  • Angka Keberhasilan Pengobatan (Success Rate): Berada pada performa yang sangat baik, yakni mencapai 91%.
  • Terapi Pencegahan TB (TPT): Baru terealisasi sebesar 15%.

 

Sebagai bahan evaluasi bersama bagi para kader dan petugas medis, Kepala Dinas turut memaparkan peta sebaran capaian notifikasi kasus berdasarkan kinerja masing-masing wilayah kerja Puskesmas di Pesisir Selatan.

Tercatat lima Puskesmas dengan capaian kinerja tertinggi, yaitu:

  1. Puskesmas Asam Kumbang (34%)
  2. Puskesmas Pasar Kuok (31%)
  3. Puskesmas Kambang (28%)
  4. Puskesmas Lumpo (28%)
  5. Puskesmas Surantih (24%)

 

Sebaliknya, Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada lima Puskesmas yang saat ini masih mencatatkan capaian terendah agar segera memacu performa pelacakan kasus, yakni:

  1. Puskesmas Rahul (4%)
  2. Puskesmas Tanjung Makmur (10%)
  3. Puskesmas Koto Berapak (12%)
  4. Puskesmas Salido (12%)
  5. Puskesmas Tanjung Beringin (13%)

 

Melalui momentum sosialisasi STOP TB Gelombang I dan II ini, Dinkes PPKB Pesisir Selatan berharap para kader mampu bergerak lebih masif dalam melakukan skrining mandiri, memberikan edukasi, serta memastikan tidak ada lagi kasus TBC yang tersembunyi demi mewujudkan Pesisir Selatan Bebas TBC.