Hadiri Seminar Kebudayaan IMLF, Kepala Dinas Pusarsip Pessel Ikut Bahas Arah Bahasa dan Akhlak Minangkabau

  • Jun 05, 2026
  • Banta Fauzan

Infonagari.kim.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusarsip) Kabupaten Pesisir Selatan, Adril Yesmen, S.Pd., M.M., menghadiri Seminar Kebudayaan tingkat internasional yang berpusat di Kota Bukittinggi, Jumat (5/6/2026).

 

Seminar yang mengusung tema besar “Ke Mana Budaya Minangkabau Akan Dibawa?: Bahasa dan Akhlak Urang Minang” ini berlangsung khidmat pada pukul 08.30–12.00 WIB di Auditorium UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Agenda strategis tersebut merupakan bagian dari rangkaian megah International Minangkabau Literacy Festival(IMLF) sekaligus memperingati momentum bersejarah 100 Tahun Jam Gadang.

 

Acara ini menjadi magnet bagi para pengambil kebijakan dan pemikir kebudayaan. Forum tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, kalangan akademisi, tokoh adat, pegiat literasi, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dari kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

 

Seminar kebudayaan ini menghadirkan jajaran pembicara dan narasumber kompeten, di antaranya Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, S.Sos., M.Si, Narasumber dari unsur Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), kalangan akademisi, serta praktisi dan pegiat literasi.

 

Fokus utama dalam seminar ini adalah membedah tantangan eksistensi bahasa ibu (bahasa Minang) dan pergeseran nilai etika atau akhlak di generasi muda saat ini. 

 

“Kehadiran Kami dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Pesisir Selatan dalam forum ini menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendukung penguatan literasi berbasis budaya lokal,” ucap Adril.

 

Melalui seminar internasional ini, diharapkan lahir sebuah komitmen bersama yang kokoh antar-pemerintah daerah di Sumbar untuk terus menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau. 

 

“Aspek bahasa dan akhlak disepakati sebagai pilar kembar identitas masyarakat Minang yang tidak boleh luntur atau tergerus oleh derasnya perkembangan zaman dan modernisasi.