Tertibkan Aset, Dinkes Pessel Sosialisasikan Inventarisasi Barang Milik Daerah di Seluruh Puskesmas
- Jun 05, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Inventarisasi Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan Dinas Kesehatan, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Triza Painan ini diikuti secara intensif oleh seluruh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas serta para pemegang program aset puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan. Agenda ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola aset agar proses inventarisasi BMD berjalan tertib, akurat, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan, Ibu Agustina Rahmadani, S.ST., MM, dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Bapak Donny Tayes, SKM, M.Si.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dari sisi regulasi dan teknis, Dinas Kesehatan menghadirkan narasumber berkompeten dari Tim Bidang Barang Milik Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pesisir Selatan.
Tim ahli membedah berbagai aspek krusial BMD, meliputi mekanisme inventarisasi dan tata cara pencatatan terpadu, prosedur pengamanan aset daerah di tingkat unit kerja, dan sistem pelaporan aset berkala sesuai dengan regulasi terbaru yang berlaku.
Dalam arahannya, Kepala Dinkes PPKB Pessel, Agustina Rahmadani, menegaskan bahwa tata kelola aset yang buruk dapat memengaruhi penilaian akuntabilitas jalannya roda pemerintahan. Oleh karena itu, inventarisasi bukan sekadar rutinitas administratif biasa.
“Pengelolaan aset yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengelola aset di puskesmas dapat memahami prosedur inventarisasi dan pelaporan aset secara benar,” terang Agustina.
Selain pemaparan materi dari BPKAD, kegiatan ini juga menyediakan ruang bagi para peserta untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab secara interaktif.
Para KTU dan pengelola aset puskesmas memanfaatkan sesi ini untuk mengurai berbagai kendala nyata yang mereka hadapi dalam manajemen inventarisasi di unit kerja masing-masing.
“Kita harus memastikan seluruh Barang Milik Daerah tercatat dengan baik agar data aset yang dimiliki Dinas Kesehatan selalu akurat, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tegasnya.
Melalui sinkronisasi dan kesamaan pemahaman ini, seluruh puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan dapat segera meningkatkan kualitas pengelolaan BMD secara mandiri.
“Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mendukung terwujudnya tata kelola aset yang tertib, profesional, dan akuntabel di lingkungan Dinas Kesehatan daerah setempat,” tutupnya.