Wujudkan Lansia Mandiri dan Bermartabat, Dinkes Pessel Gelar Pelatihan Perawatan Jangka Panjang
- Jun 29, 2026
- Banta Fauzan
Infonagari.kim.id - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) resmi membuka kegiatan Pelatihan Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi Lanjut Usia (Lansia) pada Senin, 29 Juni 2026.
Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan oleh Aswiliarti, SKM., M.Biomed., agenda ini sengaja digelar guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta mendongkrak kapasitas para tenaga kesehatan. Melalui pelatihan ini, petugas diharapkan mampu memberikan perawatan yang komprehensif dan bermutu bagi kelompok lansia di seluruh wilayah kerja Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Kabid Yankes SDK), Ade Gusman Indra, SKM., M.Si., menegaskan bahwa tren peningkatan jumlah populasi lansia saat ini harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas serta sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Menurutnya, kelompok lansia membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi mereka yang sudah mengalami ketergantungan fisik maupun mental.
Lewat pembekalan PJP ini, para petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan pendampingan yang humanis, terstruktur, dan berkelanjutan agar para lansia di Pesisir Selatan tetap sehat, mandiri, serta hidup dengan bermartabat.
Pelatihan strategis ini diikuti secara antusias oleh perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan yang terdiri dari para dokter serta pengelola program kesehatan lansia, didampingi tim teknis dari dinas kesehatan setempat.
Seluruh peserta mendapatkan materi kebijakan pelatihan perawatan jangka panjang lansia yang dipaparkan langsung oleh Kabid Kesmas Dinkes PP dan KB, drg. Ardiandes, selaku pemangku kegiatan pelayanan pada lansia.
Secara umum, materi pelatihan difokuskan pada tiga poin krusial, yakni peningkatan kapasitas SDM terkait pengetahuan medis dasar, psikologi, dan gizi lansia; penguatan sistem pendampingan (caregiver) untuk lansia dengan ketergantungan tinggi; serta integrasi pelayanan yang mensinergikan program dinas dengan peran aktif keluarga dan komunitas di tingkat nagari.
Melalui komitmen dan implementasi nyata dari hasil pelatihan ini, Dinas Kesehatan PP dan KB Pesisir Selatan berharap dapat terus menekan angka kesakitan (morbiditas) pada kelompok lansia.
Langkah proaktif ini juga menjadi pondasi utama pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan sosial yang aman, sehat, dan ramah lansia di seluruh wilayah kabupaten yang dikenal dengan julukan Negeri Sejuta Pesona tersebut.